Langsung ke konten utama

Contact

Email: jessicamagician@gmail.com
Instagram: jessicaamazy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta - Matematika

cinta itu ibarat belajar matematika kita gak bisa langsung tau jawabannya tapi kita harus memakai rumus yang tepat untuk mendapatkan hasil yang benar sama seperti cinta.... cinta itu gak bisa langsung ke jenjang yang serius tapi harus didahului dulu dengan hubungan2 kecil baru kita bisa mendapatkan cinta yang sesungguhnya..  cinta yang tak pernah salah memilih orang cinta yang menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain cinta yang setia sampai akhir hayatnya cinta yang selalu mengorbankan sesuatu cinta yang selalu menghargai kedua pasangan dan cinta yang tak pernah berdusta.. by: Jessica Amazy

Cinta - Coklat

cinta itu kayak coklat ada yang pahit dan manis ada yang enak dan gak enak ada yang pedes (mint) dan biasa aja ada yang suka dan gak suka cinta.. sebuah kata, yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. yang terdiri dari 1 kata, 2 suku kata, dan 5 huruf. sebuah kata yang mempunyai bermacam-macam jawaban. cinta itu datang dari dalam hati, dan hanya hatilah yang bisa membuktikan semuanya itu... by: Jessica Amazy

Iuxta Dominicam viventes

Sebuah kisah mengharukan mengenai makna hari Minggu terjadi pada tahun 304, saat umat Kristen hidup dalam penganiyaan oleh Kaisar Diokletianus. Ada sekelompok umat Kristen yang amat setia dalam iman di Abitinia, sebuah desa kecil di Tunisia. Pada waktu itu Kaisar melarang umat Kristen memiliki dan membaca Kitab Suci dan berkumpul pada hari Minggu untuk merayakan Ekaristi. Akan tetapi, kelompok umat Kristen yang berjumlah 49 orang di Abitinia itu tetap berkumpul di rumah Felix Octavius dan mereka merayakan Ekaristi. Mereka ditangkap dan dibawa ke Kartago untuk diadili. Ketika ditanya mengapa mereka melanggar perintah Kaisar, mereka menjawab:   Sine Dominico non possumus  – “tanpa hari Minggu kami tidak dapat hidup. Bila kami tidak berkumpul dan merayakan Ekaristi, kami tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah hidup kami sehari-hari.” Demi kesetiaan iman, ke-49 orang Kristen itu disiksa dan akhirnya dimartir. Mereka berpegang pada iman dengan menumpahkan darah. Mereka ...